TikTok menjadi salah satu platform yang banyak dimanfaatkan bisnis untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon konsumen. Potensi tersebut membuat banyak perusahaan mulai mempertimbangkan kerja sama dengan agency untuk mengelola strategi konten dan pemasaran. Namun, setiap agency memiliki kemampuan, pengalaman, dan layanan yang berbeda. Karena itu, memilih agency TikTok yang tepat perlu dilakukan secara cermat agar kerja sama dapat memberikan manfaat sesuai dengan tujuan bisnis.
Tentukan Tujuan Pemasaran
Sebelum mencari agency, perusahaan perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai melalui TikTok. Tujuan tersebut dapat berupa peningkatan brand awareness, engagement, traffic website, leads, atau penjualan.
Tujuan yang jelas membantu perusahaan mengetahui jenis layanan yang dibutuhkan. Agency yang unggul dalam produksi konten kreatif mungkin memiliki pendekatan berbeda dengan agency yang lebih berfokus pada performance marketing.
Dengan sasaran yang terukur, hasil kerja sama juga lebih mudah dievaluasi.
Periksa Portofolio
Portofolio menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika memilih agency. Perusahaan dapat melihat contoh konten yang pernah dibuat dan jenis brand yang pernah ditangani.
Perhatikan kualitas visual, konsep storytelling, gaya komunikasi, serta kemampuan agency dalam menyesuaikan konten dengan karakter brand.
Jumlah views memang dapat menjadi indikator, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Konten yang mendapatkan banyak views belum tentu relevan dengan target bisnis.
Pertimbangkan Pengalaman yang Relevan
Pengalaman agency dalam menangani industri yang serupa dapat menjadi nilai tambah. Setiap industri memiliki karakter konsumen dan gaya komunikasi yang berbeda.
Agency yang memahami karakter pasar dapat lebih mudah menemukan topik yang relevan dan mengembangkan pendekatan kreatif.
Namun, pengalaman lintas industri juga dapat memberikan perspektif baru. Yang paling penting adalah kemampuan agency memahami kebutuhan bisnis dan menyesuaikan strategi.
Evaluasi Kemampuan Tim Kreatif
Konten TikTok membutuhkan berbagai keterampilan. Ide kreatif, copywriting, scriptwriting, videografi, editing, desain, dan analisis performa menjadi bagian dari proses produksi.
Perusahaan dapat menanyakan siapa saja yang akan terlibat dalam proyek. Tim dengan pembagian tanggung jawab yang jelas biasanya dapat menjalankan proses secara lebih terstruktur.
Kemampuan menghasilkan ide baru juga penting agar akun tidak hanya mengandalkan satu format konten.
Perhatikan Pemahaman terhadap Target Audiens
Konten yang menarik belum tentu efektif jika ditujukan kepada audiens yang salah. Agency perlu memahami siapa calon konsumen dan bagaimana kebiasaan mereka menggunakan TikTok.
Riset dapat mencakup usia, lokasi, minat, kebutuhan, serta jenis konten yang sering dikonsumsi.
Pemahaman tersebut membantu agency membuat komunikasi yang lebih relevan dan meningkatkan peluang mendapatkan engagement dari audiens yang sesuai.
Tanyakan Strategi Konten
Agency yang profesional sebaiknya mampu menjelaskan strategi konten secara jelas. Tanyakan bagaimana mereka menentukan tema, membuat kalender konten, memilih tren, dan mengembangkan format video.
Konten dapat dibuat dalam berbagai kategori seperti edukasi, hiburan, storytelling, tutorial, testimonial, dan promosi.
Strategi yang terencana membuat aktivitas TikTok lebih konsisten dan mengurangi risiko akun hanya berisi konten promosi.
Perhatikan Kemampuan Analisis Data
Data merupakan bagian penting dalam pengelolaan TikTok. Perusahaan perlu mengetahui bagaimana agency mengukur keberhasilan konten.
Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain views, watch time, likes, comments, shares, saves, profile visits, dan pertumbuhan followers.
Jika kampanye memiliki tujuan konversi, traffic dan leads juga dapat menjadi indikator tambahan. Hasil analisis sebaiknya digunakan untuk mengembangkan strategi berikutnya.
Sesuaikan dengan Anggaran
Setiap bisnis memiliki kemampuan anggaran yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui secara detail layanan yang termasuk dalam biaya kerja sama.
Pertimbangkan jumlah konten, proses produksi, strategi, pengelolaan akun, laporan performa, dan layanan tambahan lainnya.
Harga yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan terbaik jika cakupan layanan dan kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan.
Pastikan Komunikasi Berjalan Baik
Komunikasi menjadi faktor penting dalam kerja sama jangka panjang. Agency sebaiknya memiliki alur briefing, persetujuan konsep, revisi, publikasi, dan pelaporan yang jelas.
Perusahaan juga perlu mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam komunikasi sehari-hari agar proses pengambilan keputusan berjalan lancar.
Dengan menentukan tujuan, memeriksa portofolio, mempertimbangkan pengalaman, mengevaluasi tim kreatif, memahami target audiens, meninjau strategi konten, memperhatikan analisis data, menyesuaikan anggaran, dan memastikan komunikasi yang baik, perusahaan dapat memilih agency TikTok yang lebih sesuai untuk mendukung perkembangan bisnis di media sosial.


